script type='text/javascript'> var thumbnail_mode = "float" ; summary_noimg = 275; summary_img = 275; img_thumb_height = 120; img_thumb_width = 120;

Kamis, 14 Agustus 2014

Bayi Gatal-gatal Karena Alergi

Alergi identik dengan gatal-gatal. Tapi, alergi ternyata bisa juga muncul dalam bentuk gejala lain. Kenali gejala alergi pada bayi.

Kasihan juga melihat bayi heboh menggaruk-garuk tubuhnya yang gatal karena alergi. Belum lagi kalau menggaruknya terlalu semangat hingga kulitnya terkelupas. Menurut dr. Zakiudin Munasir, SpAK, alergi merupakan reaksi yang berlebihan atau respons yang tidak normal dari sistem kekebalan tubuh bayi terhadap zat-zat dari luar yang masuk ke dalam tubuhnya.
 
“Sehingga, ada sejumlah zat yang sebetulnya bermanfaat untuk tubuh, seperti zat-zat yang terkandung di dalam makanan, oleh sistim kekebalan bayi ditolak dan dianggap sebagai ‘musuh’ bagi tubuhnya,” kata Ketua Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
   
Alergi sejak lahir. Dalam situs www.allergicchild.com disebutkan, reaksi alergi pada tubuh bayi, biasanya diakibatkan tingginya sejenis senyawa protein di dalam darah, yaitu yang dikenal sebagai immunoglobulin E (IgE). Sementara semua jenis zat yang memicu timbulnya reaksi alergi, disebut alergen.

“Umumnya, reaksi alergi pada bayi tidak langsung muncul, tapi setelah tubuhnya beberapa kali ‘mengenali’ zat-zat tertentu yang kemudian dianggap sebagai ‘musuh’. Kalau reaksi alergi langsung timbul pada bayi yang baru lahir, artinya tubuh bayi sudah mengenal zat ‘musuh’ itu sejak di dalam kandungan,” jelas dr. Zakiudin tentang kapan biasanya reaksi alergi muncul pada bayi. Bila bayi Anda sangat sensitif, pada usia 2-3 minggu, dia sudah bisa memperlihatkan gejala alergi.

Pada bayi, reaksi alergi biasanya muncul akibat zat-zat tertentu di dalam makanan, termasuk di dalam ASI atau susu formula. Gejala alergi makanan yang dialami bisa berupa eksim, gatal-gatal di kulit, atau diare. Jika dibiarkan, eksim bisa berkembang menjadi asma.
Sedangkan pada anak balita, kebanyakan reaksi alergi disebabkan oleh faktor lingkungan. Misalnya, bulu binatang, kutu, atau serbuk sari tanaman. Reaksi alergi yang terlihat berupa sesak napas atau asma.
   
Umumnya akan hilang. Sejalan dengan bertambahnya usia bayi dan perkembangan sistem pencernaannya, reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuhnya terhadap zat-zat yang semula dianggap alergen, secara bertahap akan menghilang. “Normalnya, reaksi alergi pada anak akan mulai menghilang pada usia 2–3 tahun,” sambung dr. Zakiudin yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi Alergi dan Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Alergi terhadap protein susu, biasanya hilang setelah bayi merayakan ulang tahunnya yang ke-2. Tapi, ada juga alergi yang baru hilang setelah anak berumur 5 tahun, misalnya alergi terhadap kacang-kacangan. “Pada beberapa orang, ada reaksi alergi yang tidak hilang seumur hidupnya. Contohnya, alergi terhadap makanan laut atau seafood. Khususnya, terhadap senyawa histidin yang terkandung di dalam beberapa jenis seafood,” lanjut dr. Zakiudin yang akrab dipanggil dr. Zaky ini.

Penanganannya? “Ada 3 tahapan penanganan alergi pada bayi. Pertama, hindarkan alergen. Kedua, dengan obat-obatan, dan ketiga, dengan imunoterapi,” jelas dr. Zaky. Khusus untuk penyebab bayi alergi dari makanan, ada 4 jenis makanan yang perlu diperhatikan saat Anda hendak mengenalkan atau memberikannya kepada bayi, yaitu susu sapi, telur, kacang tanah, dan makanan laut (seafood).
 

Cara Mudah Mencuci Pakaian Bayi

Kulit bayi lebih sensitif dari orang dewasa. Jadi, perhatikan perawatan pakaiannya, agar kulit bayi tidak iritasi. Asal tahu kiatnya, pekerjaan ini sederhana dan mudah.

Pilih deterjen. Banyak iklan deterjen hebat yang mampu melenyapkan segala noda. Hatu-hati Bunda karena kemungkinan bahan kimia yang dipakai cukup keras buat kulit bayi. Sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:
  • Baca dulu baik-baik petunjuk pada label. Pilih yang berlogo ramah lingkungan pada kemasan. Biasanya juga diberitahukan mengandung surfaktan dan enzim.
  • Sebaiknya, pilih deterjen khusus untuk baju bayi.
  • Jika tak ada yang khusus untuk bayi, pilih deterjen yang tidak memakai bahan pewangi atau pewarna.
  • Hindari penggunaan cairan pemutih.
Bersihkan noda. Sebelum mulai mencuci, pilah-pilah baju atau popok bayi Anda.
*Popok bekas tinja dan baju bekas muntah bayi:
  • Buang kotoran ke kloset.
  • Bersihkan sisa kotoran dengan air mengalir.
  • Jika perlu, pada bagian yang terken anoda ditaburi dulu sabun atau deterjen, kemudian dikucek atau disikat, lalu bilas.
  • Jika noda membandel, rendam baju atau popok yang terkena noda dalam larutan deterjen sekitar 30 menit.
  • Setelah itu, popok atau baju bayi boleh dicusi bersama baju lainnya.
*Popok bekas urine:
  • Rendam dalam ember berisi air.
  • Kucek sebentar bagian yang terkena urine sebelum disabuni atau dimasukkanke mesin cuci.
Cara mudah mencuci.
  • Baju atau popok bayi yang sudah bersih dari noda bisa dicuci bersama baju bayi lainnya. Jika mengggunakan deterjen bubuk, tuang air di ember atau mesin cuci dulu, baru dibubuhi deterjen. Dengan demkian, debu deterjen tidak menebar ke mana-mana.
  • Baju bayi harus dibilas 2-3 kali, sampai benar-benar bersih. Ingat, selembut apa paun deterjen yang Anda pakai, jika tidak dibilias dengan dengan bersih bisa menyebabkan terjadinya ruam popok.
  • Ingin baunya segar, bubuhkan 2 sendok makan soda kue (baking soda) di bilasan terakhir di mesin cuci, atau 1 sendok teh di bilasan terakhir saat mencuci dengan tangan. Cara sederhana ini bisa membuat baju bayi lebih lembut dan berbau segar.
  • Pelembut bayi, boleh saja, tapi pilih yag khusus untuk bayi. Pelembut baju dewasa dikhawatirkan membuat daya resap popok berkurang.
  • Setelah diperas, keringkan dengan menggantung baju, balik bagian daa,m baju agar terkena sinra matahri. Sinar matahari akan membantu menghilangkan kuman-kuman. Setelah kering, seterikalah baju sehingga lebih nyaman dipakai dan rapi ketika disimpan. 
Sumber: www.ayahbunda.co.id

Rabu, 13 Agustus 2014

Tips mudah memilih baju anak

Baju anak akan menjadi salah satu hal yang kini menambah daftar belanja anda. mengingat pakaian adalah salah satu kebutuhan utama setiap orang, maka anak andapun juga akan memerlukan pakaian untuk dikenakannya baik untuk sehari-hari maupun untuk bepergian dan menghadiri acara-acara khusus. Sebagai orang tua, pasatinya anda tidak ingin hanya anda saja yang terlihat modis, namun pastinya anda juga menginginkan anak anda untuk dapat tampil menarik di depan banyak orang. Maka dari itu, anda perlu memilihkan pakaian yang tepat untuk anak-anak anda. Memang tidak mudah untuk memilih pakaian untuk anak anda terutama bagi mereka yang telah mampu menentukan kemauannya sendiri. Dengan begitu, anda perlu mengetahui beberapa tips dan trik untuk dapat berbelanja pakaian anak anda agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Perhatikan selera anak

Ada banyak cara yang dapat anda lakukan dalam agenda anda membelikan baju untuk anak anda yang beberapa di antaranya akan dibahas dalam tips memilih baju anak berikut. Sebelum anda memutuskan untuk membeli baju untuk anak anda, anda harus berpedoman pada satu prinsip bahwa anak anda bukanlah anda. Anak anda memiliki kepribadian dan selera yang sedikit banyak berbeda dengan anda jadi anda tidak dapat memastikan atau memaksakan bahwa apa yang anda suka pasti juga disukai oleh anak anda. lebih spesifik lagi bahwa anak anda belum tentu suka dengan baju atau pakaian yang anda pilihkan berdasarkan selera anda. maka dari itu, yang pertama-tama perlu anda lakukan dalam membelikan baju untuk anak anda adalah mengajak anak anda berbelanja untuk ikut serta memilih baju yang diinginkannya. Dengan begitu, baju yang dipilih oleh anak anda sudah pasti disukai olehnya dan pasti akan lebih sering dikenakan dari pada baju-baju  yang anda belikan namun tidak sesuai dengan seleranya.
Biarkan anak anda memilih baju yang mereka sukai dan peran anda sebagai orang tua di sini adalah mengarahkannya ketika pilihan anak anda tidak sesuai dengan usianya, misalnya. Jika anak anda telah menyukai apa yang dipilihnya, maka secara otomatis dia akan nyaman dan percaya diri dalam mengenakan pakaiannya dan ini adalah modal utama dalam berpenampilan bagi siapa saja, termasuk anak anda. Sehingga anak andapun dapat senantiasa terlihat menarik di mata banyak orang.Jika anda keadaan tidak memungkinkan bagi anda untuk mengajak anak anda berbelanja, maka anda cukup menanyakan seleranya. Setidaknya, pilihan anda sudah mendekati kemauannya dan baju anak yang anda belikan pun tidak hanya akan menumpuk di lemari karena tidak pernah dipakai.

Pilih bahan yang nyaman

Kemudian, yang perlu anda perhatikan berikutnya adalah karakteristik anak yang aktif dan lincah serta selalu ingin bergerak.Dengan begitu, baju yang anda harus pilihkan untuk anak anda haruslah lebih banyak pada baju dengan tema santai dan model yang sederhana agar anak lebih nyaman mengenakannya saat bermain dan beraktifitas.Selain itu, anda juga perlu memilih baju dengan bahan yang nyaman dan menyerap keringat dan tidak kasar agar anak anda selalu dapat merasa nyaman saat memakainya dan terhindar dari resiko iritasi. Intinya, dalam memilihkan baju anak untuk buah hati anda, jangan sekali-kali memaksakan selera anda untuk dikenakan oleh anak anda karena jika memang anak anda tidak menyukai selera tersebut, sama saja anda hanya membuang-buang uang anda untuk membeli baju yang tidak akan dikenakan oleh anak anda.

Kiat agar anak suka sayur & Buah


kadang si kecil susah sekali klu di suruh makan buah dan suka sama sayuran ya bund.... saya sendiri juga sikecil saya suka pilah-pilih makan buah dan sayuran.

Hal-hal di bawah ini mungkin dapat membantu agar si kecil lebih menyukai buah dan sayur:

* Jelaskan aneka manfaat buah dan sayur.
* Sembunyikan sayur di dalam makanan lain seperti dalam perkedel atau risoles.
* Modifikasi. Beberapa sayuran dapat digoreng kering dengan balutan tepung atau dibuat tempura dengan saus yang manis. Sedangkan buah dapat diolah menjadi jus, es buah, campuran es krim, setup, kolak, manisan, dan lainnya.
* Berikan contoh betapa ayah dan ibu pun suka sekali sayur dan buah.
* Hindari junk food yang merupakan makanan sampah karena rasa manis atau gurihnya mudah mengenyangkan dan membuat anak tak bernafsu makan. Lidahnya juga terbiasa dengan rasa yang kuat dari junk food dan sulit menerima makanan dengan rasa di luar gurih dan manis.

Mg bermanfaat ya bund......

sumber: ibudanbalita.com 

Jajanan Sehat untuk Anak

Saat anak sudah masuk sekolah, itu artinya Ia akan mulai suka jajan. Mungkin akan agak sulit untuk melarangnya jajan. Apalagi, jajanan-jajanan di sekolah yang tidak sehat justru lebih menarik dan disukai anak-anak. Nah, yang bisa Anda lakukan adalah mengajarkan anak mengenali jajanan sehat, agar Ia dapat menentukan mana jajanan yang baik dan tidak baik baginya. Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu Anda ajarkan pada anak:

• Katakan pada anak untuk menghindari jajanan berwarna 'ngejreng' karena mungkin makanan atau minuman tersebut mengandung banyak bahan pewarna dan ada kemungkinan bahan pewarna yang digunakan bukan pewarna makanan.

• Ingatkan anak untuk selalu memperhatikan label atau kotak kemasan. Jajanan tergolong cukup aman, jika pada kemasannya tercantum nama produk, jenis bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen atau importir, masa kadaluarsa, dan nomor registrasi BPOM.

• Ajarkan anak untuk melihat situasi sekitar, apakah banyak serangga yang hinggap di makanan, apakah alat makan di tempat tersebut dicuci dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun. Intinya, ajarkan Ia mengenai kebersihan dasar dan minta Ia untuk memilih tempat jajan yang juga menerapkan prinsip tersebut.

Memilih mainan anak yang sesuai dengan usia dan kemapuannya

Memilih mainan anak yang tepat untuk anak dapat menjadi salah satu hal yang paling penting yang harus kita lakukan untuk anak-anak kita. Anak-anak sangat identik dengan bermain. Bermain adalah dunia anak yang paling dominan. Bahkan, untuk dapat lebih maksimal dalam menyampaikan pelajaran, pendidikan anak usia dini menerapkan sistem belajar sambil bermain. Hal ini disebabkan oleh kemampuan dari otak anak itu sendiri yang sedang gemar melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti bermain.Maka dari itu, metode pembelajaranpun harus disesuaikan dengan kemampuan anak-anak sesuai usianya.Dengan bermain, dipercaya bahwa pelajaran yang disampaikan akan lebih mudah diterima dan diserap oleh anak. Namun, sebagai orang tua, kita perlu menjadi lebih bijak dalam memilihkan jenis mainan yang tepat untuk anak-anak kita.
Tepat di sini berarti kita mampu memilih jenis mainan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak-anak kita dalam menggunakannya dan sekaligus memanfaatkannya sebagai media belajar. Sehingga kegiatan bermain anak akan berjalan dengan lebih efektif dan efisien sesuia dengan kebutuhan dan kemampuan otaknya. Ada beberapa fase penting dalam usia anak yang perlu kita jadikan sebagai bahan pertimbangan saat memilih mainan yang tepat untuk anak kita. Fase-fase tersebut antara lain adalah:
  • Fase 0-2 tahun. Dalam fase awal ini anak memiliki kemampuan yang didominasi oleh kemampuan sensor motorik pada otak anak. Sehingga akan lebih efektif jika kita memberikan mainan pada anak dengan wujud yang lebih mencolok seperti pada warna, baudan tekstur. Mainan yang menggunakan ekspresi juga dapat menjadi salah satu alternatifnya.
  • Fase 3-6 tahun. Pada usia-usia tersebut anak sudah mulai tertarik untuk bereksplorasi sehingga permainan yang memancing minat petualangan mereka akan sangat mendukung minat anak-anak kita. Hal ini dapat kita gunakan juga sebagai sarana untuk mendorong rasa percaya diri anak sehingga mereka tidak ragu-ragu untuk mengeksplorasi hal-hal baru.
  • Fase pra sekolah. Pada fase ini, yang anak butuhkan adalah jenis permainan yang dapat mengembangkan rasa kerjasama dan kemampuan sosialisasi mereka. Hal ini sangat diperlukan oleh anak-anak kita karena mereka akan membutuhkan kemampuan untuk bersosialisasi dengan lingkungan barunya di sekolah.
Untuk fase berikutnya, permainan yang cocok untuk anak anak kita adalah permainan yang memiliki kemampuan untuk merangsang kemampuan peran, ketangkasan, dan kreativitas pada anak. Dengan memilih mainan yang tepat untuk anak, berarti kita sama juga dengan mendukung kesempatan mereka untuk belajar dengan lebih efektif dan efisien sesuai dengan fase usia mereka masing-masing. Pemilihan mainan untuk anak secara bijak juga dapat membantu mereka untuk memiliki hidup yang lebih seimbang ke depannya.Dengan kata lain, kita sebagia orang tua memiliki peranan yang cukup penting dalam menentukan apa yang perlu anak kita dapatkan salah satunya dengan cara memilih mainan yang tepat untuk anak kita.

Selasa, 12 Agustus 2014

Pendidikan dengan Keteladanan

Mendidik anak bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Mendidik anak bukan sekedar menjalani fitrah kehidupan mengikuti air mengalir, dan tak perlu pengetahuan dan perencanaan yang jelas. Sebaliknya, pendidikan anak harus dijalankan dengan tata cara yang benar, mengikuti pedoman yang telah dicontohkan uswah hasanah kita.
Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam buku ”Metode Pendidikan Anak Dalam Islam” menjelaskan tentang metode pendidikan anak yang efektif, yaitu mendidik dengan keteladanan, mendidik dengan pembiasaan, mendidik dengan nasehat, mendidik dengan pengawasan, dan mendidik dengan hukuman.
Insya Allah, akan kita bahas satu demi satu metode pendidikan tersebut. Kali ini, akan dibahas metode mendidik anak dengan keteladanan.
Dalam metode ini, orang tua mengajarkan segala sesuatu kepada anak dengan memberi keteladanan yang dapat dilihat dan ditirukan langsung oleh anak-anak.
Pendidikan dengan keteladanan ini sangat cocok bagi anak-anak karena proses pembelajaran yang pertama bagi seorang anak adalah meniru. Dia meniru siapa saja yang ada di sekitarnya. Dia berusaha mencoba apa saja yang dilakukan oleh orang yang dilihatnya, misalnya berusaha untuk makan sendiri, mencoret-coret dengan alat tulis, memakai sepatu dan baju ayah ibunya, menyuapi boneka, membuang sampah pada tempatnya, dll.
Pada perkembangan selanjutnya ketika si anak sudah bisa berbicara, maka ia akan memperhatikan dan mencoba meniru apa saja yang ia dengar dan ia lihat dari lingkungannya. Oleh karena itu hendaklah orang tua menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya dalam hal ucapan, tingkah laku, dan sikapnya. “…maka bertaqwalah kepada Allah, dan ucapkan perkataan yang benar”.(Q.S.An-Nisaa’:9).
Orang tua haruslah mencontoh Rasulullah SAW yang berakhlak mulia, lalu mengarahkan anak-anak, untuk menjadikan Rasulullah sebagai uswatun hasanah atau tauladan yang baik dalam segala aspek. Bila kita masing-masing meneladani Rasulullah SAW maka insya Allah akan tercipta generasi-generasi seperti para sahabat dan anak-anaknya.
Hal-hal yang penting untuk dilakukan oleh orang tua dalam melakukan metode ini adalah dengan memberikan keteladanan dalam hal :
a. Ibadah
Karena Allah SWT menciptakan kita, tiada lain agar kita beribadah kepada-Nya:“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (Q.S. Adzariyaat : 51)
b. Sikap pemberani
Penting pula dicontohkan kepada anak sikap berani membela kebenaran, menentang kemaksiatan, dan berani bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukan.
c. Sikap murah hati
Ketika anak menyaksikan orang tua mereka senang memberi bantuan kepada orang lain, tidak bakhil, serta ringan tangan dalam segala urusan sosial kemasyarakatan, maka anakpun insya Allah termotivasi untuk melakukan hal yang sama.
d. Bersifat zuhud
Marilah kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk belajar bersifat zuhud, tidak boros dan tidak berlebih-lebihan. “Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhan-Mu lebih baik dan lebih kekal,” (Q.S.Thaahaa: 131).
e. Sikap tawadhu’
Sikap tawadhu’ rendah hati adalah sifat mulia. “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri,” (Q.S.Lukman: 18).
f. Sikap istiqomah
Allah SWT akan mengaruniakan kepada orang-orang yang istiqomah ketenangan hati, rasa optimis, dan pahala surga. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka istiqomah, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), janganlah merasa takut dan janganlah merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan,” (Q.S.Fushshilat: 30).
g. Sikap penyantun
Sikap penyantun dan lemah lembut akan memudahkan manusia menerima seruan dakwah ke jalan Allah SWT. Karenanya, setiap mukmin harus memiliki sifat penyantun dan lemah lembut, agar Islam diterima dengan baik oleh siapa saja, sebagai rahmat bagi seluruh alam. “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal,” (Q.S.Ali Imran: 159).

Hal 32 Oleh Ari Aji Astuti
Sekretaris I Pimpinan Wilayah Salimah Jawa Tengah