Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam buku
”Metode Pendidikan Anak Dalam Islam” menjelaskan tentang metode
pendidikan anak yang efektif, yaitu mendidik dengan keteladanan,
mendidik dengan pembiasaan, mendidik dengan nasehat, mendidik dengan
pengawasan, dan mendidik dengan hukuman.
Insya Allah, akan kita bahas satu demi
satu metode pendidikan tersebut. Kali ini, akan dibahas metode mendidik
anak dengan keteladanan.
Dalam metode ini, orang tua mengajarkan
segala sesuatu kepada anak dengan memberi keteladanan yang dapat dilihat
dan ditirukan langsung oleh anak-anak.
Pendidikan dengan keteladanan ini sangat
cocok bagi anak-anak karena proses pembelajaran yang pertama bagi
seorang anak adalah meniru. Dia meniru siapa saja yang ada di
sekitarnya. Dia berusaha mencoba apa saja yang dilakukan oleh orang yang
dilihatnya, misalnya berusaha untuk makan sendiri, mencoret-coret
dengan alat tulis, memakai sepatu dan baju ayah ibunya, menyuapi boneka,
membuang sampah pada tempatnya, dll.
Pada perkembangan selanjutnya ketika si
anak sudah bisa berbicara, maka ia akan memperhatikan dan mencoba meniru
apa saja yang ia dengar dan ia lihat dari lingkungannya. Oleh karena
itu hendaklah orang tua menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya dalam
hal ucapan, tingkah laku, dan sikapnya. “…maka bertaqwalah kepada Allah, dan ucapkan perkataan yang benar”.(Q.S.An-Nisaa’:9).
Orang tua haruslah mencontoh Rasulullah
SAW yang berakhlak mulia, lalu mengarahkan anak-anak, untuk menjadikan
Rasulullah sebagai uswatun hasanah atau tauladan yang baik dalam segala
aspek. Bila kita masing-masing meneladani Rasulullah SAW maka insya
Allah akan tercipta generasi-generasi seperti para sahabat dan
anak-anaknya.
Hal-hal yang penting untuk dilakukan oleh orang tua dalam melakukan metode ini adalah dengan memberikan keteladanan dalam hal :
a. Ibadah
Karena Allah SWT menciptakan kita, tiada lain agar kita beribadah kepada-Nya:“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (Q.S. Adzariyaat : 51)
b. Sikap pemberani
Penting pula dicontohkan kepada anak
sikap berani membela kebenaran, menentang kemaksiatan, dan berani
bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukan.
c. Sikap murah hati
Ketika anak menyaksikan orang tua mereka
senang memberi bantuan kepada orang lain, tidak bakhil, serta ringan
tangan dalam segala urusan sosial kemasyarakatan, maka anakpun insya
Allah termotivasi untuk melakukan hal yang sama.
d. Bersifat zuhud
Marilah kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk belajar bersifat zuhud, tidak boros dan tidak berlebih-lebihan. “Dan
janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah
Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga
kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia
Tuhan-Mu lebih baik dan lebih kekal,” (Q.S.Thaahaa: 131).
e. Sikap tawadhu’
Sikap tawadhu’ rendah hati adalah sifat mulia. “Dan
janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan
janganlah berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri,” (Q.S.Lukman: 18).
f. Sikap istiqomah
Allah SWT akan mengaruniakan kepada orang-orang yang istiqomah ketenangan hati, rasa optimis, dan pahala surga. “Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka
istiqomah, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan
berkata), janganlah merasa takut dan janganlah merasa sedih, dan
bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan,” (Q.S.Fushshilat: 30).
g. Sikap penyantun
Sikap penyantun dan lemah lembut akan
memudahkan manusia menerima seruan dakwah ke jalan Allah SWT. Karenanya,
setiap mukmin harus memiliki sifat penyantun dan lemah lembut, agar
Islam diterima dengan baik oleh siapa saja, sebagai rahmat bagi seluruh
alam. “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah
lembut kepada mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah
mereka dan mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan
mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad,
maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yang bertawakkal,” (Q.S.Ali Imran: 159).
| Oleh Ari Aji Astuti Sekretaris I Pimpinan Wilayah Salimah Jawa Tengah |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar